World Saga(Dunia Hikayat) >> Blog ini dibangun untuk keperluan hiburan semata, dengan memposting berbagai artikel dan saling share informasi baik dari Dunia Maya, Dunia Nyata maupun Dunia Lain . . . ^_^

<<<"Welcome To World Saga">>>
>>>THE ENTERTAINMENT BLOG<<<

Please Attention And Follow This Blog


Pencarian


Kisah Pemuda Tsabit Dan Sebutir Apel



Kisah ini terjadi beberapa abad lalu, dimasa-masa akhir tani’in . saat itu di sebuah jalan, di salah satu pinggiran kota kufah, berjalanlah seorang pemuda bernama tsabit. Tiba tiba dia melihat sebutir apel jatuh dari tangkainya dan keluar dari sebidang kebun yang luas. Pemuda itu pun menjulurkan tangannya memungut apel yang nampak segar itu. Dengan tenang, dia pun memakannya. Ketika baru separuh apel digigitnya, ia tersentak karena baru ingat bahwa apel itu bukan miliknya. Ia pun menyesal dan tak henti-hentinya mengutuk dirinya sendiri karena memakan sesuatu yang bukan miliknya.
            Akhirnya tsabit pun menahan separuh sisa apel itu dan pergi mencari penjaga kebun tersebut. Akhirnya pemuda itu tiba di depan pintu pemilik kebun. Setelah mengucapkan salam dan dijawab, Tsabit berkata dalam keadaan gelisah dan ketakutan, “wahai hamba Allah, tahukah anda mengapa saya datang kesini?”
            “Tidak,” Kata pemilik kebun heran.
            “saya datang untuk meminta kerelaan anda terhadap separuh apel milik anda yang saya temukan dan saya makan. Inilah yang setengahnya,” Tsabit menunjukkan sisa apel yang berada ditangannya.
            Pemilik kebun tertegun sebentar lalu berkat, “saya tidak akan memaafkanmu, demi Allah. Kecuali kalau engkau menerima syaratku.”
            “apa syaratnya, wahai hamba Allah?”
            “kamu harus menikahi putriku.”
            Tsabit bingung dengan syarat tersebut, “apa betul ini termasuk syarat? Anda memaafkan saya dan saya menikahi putri anda? Ini anugrah yang besar.”
            Pemilik kebun melanjutkan, “kalau kau terima, maka kamu saya maafkan.”
            “Baiklah Saya Terima” jawab tsabit mantap.
            “supaya saya tidak dianggap menipumu, saya katakan bahwa putriku ini buta, tuli, bisu dan lumpuh,” kata si pemilik kebun dengan tenang.
            Tsabit pun terperanjat. Namun apa boleh buat, separuh apel telah di telannya, kemana akan dia cari gantinya kalau pemilknya meminta ganti rugi atau menuntut dihadapan hakim Yang Maha Adil? Akhirnya Tsabit pun menyetujuinya,bagaimanapun ia merasa harus bertanggung jawab dengan apa yang telah dilakukannya.
            Tak lama kemudian, Tsabit pun menikah dengan anak perempuan pemilik kebun tersebut. Setelah ijab kabul, dengan penuh kepasrahan, tsabit pun menemui perempuan yang telah sah menjadi istrinya tersebut. Namun ternyata ia tak menemukan perempuan yang ciri-cirinya telah disebutkan sang pemilik kebun, malah yang berada di hadapan dia adalah seorang gadis yang sangat cantik. Akhirnya dia bertanya siapa gadis itu dan gadis itu menjawab bahwa ia adalah istrinya, dan balik bertanya “apa yang dikatakan ayahku?”
            “ayahmu mengatakan kamu buta, bisu, tuli dan lumpuh.”
            “Demi Allah, dia tidak dusta. Sungguh, saya tidak pernah melihat sesuatu yang dimurkai Allah, demi Allah saya tidak pernah mengucapkan dan mendengar kecuali semua yang didalamnya terdapat ridha Allah. Dan Saya tidak pernah melangkahkan kaki saya ini kecuali ke tempat yang diridhoi Allah.” Tsabit pun bersyukur kepada Allah atas karunia yang tak terduga ini. Akhirnya dari perkawinan tersebut lahirlah Nu’man bin Tsabit atau yang lebih kita kenal dengan Abu Hanifah, seorang hamba Allah yang shalih dan terkenal dengan keluhuran ilmu dan ketakwaannya.

            Hikmah Cerita:
Begitulah nasib seorang jujur dalam menjalani hidupnya, ia senantiasa mudah disukai dan dipercaya oleh orang lain, hingga kebaikan hidup dan keberuntungan sering berpihak kepadanya. Oh!, Andai Saja Kita dan para petinggi2 di Indonesia dapat menirukan Tsabit dalam bersikap dan para pemudinya dapat meniru sikap isterinya dalam ‘kebutaan, kebisuan, ketulian dan kelumpuhan-nya’, Tentu negara dan kehidupan kita ini akan lebih indah untuk kita nikmati.
            Saat ini kita memiliki banyak kesempatan yang sangat besar untuk menjadi orang jujur, karena kejujuran telah menjadi sikap yang langkah saat ini. Nah, agar kita senantiasa bersikap jujur, beberapa hal yang bisa kita lakukan diantaranya:
‘Jujur Dalam Berbicar’,
‘Jujur Dalam Berinteraksi’,
‘Jujur Pada Diri Sendiri’,
‘Jujur Dalam Hasrat’,
‘Jujur Dalam Janji’,
‘Jujur Dalam Bersikap’.

0keh,, cukup sekian dulu dech artikel hari ini dari PWS, lain hari pws akan mengshare artikel2/kisah2 yang lebih bermanfaat lagi.
 SEE YOU ALL . . .

^_^
 
Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

0 komentar

Terimakasih sudah berkomentar dengan baik, sopan dan tidak mengandung unsur sara dan vulgar di Blog Ini.
"MOHON MAAF APABILA TERDAPAT LINK YANG RUSAK ATAU EXPIRED!!!

Terima Kasih. . .
Silahkan Berkomentar Sesuai Artikel!


Ttd : (PWS Adm)

:) :-) :)) =)) :( :-( :(( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ :-$ (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer

 
Posts RSSComments RSSBack to top
© 2014 World Saga ∙ Resyns Designed by Rio Dwi Prabowo References from BlogThietKe
Released under Creative Commons 3.0 CC BY-NC 3.0